Visi Riau | Visi Riau Madani

Pertambangan Venezuela Ganti Mercuri, Sianida dengan Zat Kimia Lain

73

visiriauCaracas – Di Venezuela, para peneliti berusaha mengganti merkuri dan sianida dengan bahan kimia yang dapat mengurangi polusi dalam proses ekstraksi emas. Agaknya, Pemerintah Venezuela serius dalam mencari alternatif ekologis pada proyek pertambangannya.

Kantor Berita Venezuela (AVN) melaporkan pada hari Rabu, 8 November 2017,  bahwa pemerintahannya saat ini sedang mengevaluasi teknologi baru untuk mengekstrak emas dari Arc Penambangan Orinoco dengan cara yang tidak merusak lingkungan, begitu kata Luis Vasquez, seorang peneliti di Pusat Teknologi Nasional (CNTQ) kepada kantor berita Venezuela (AVN).

Lanjutnya, Luis ingin mengganti merkuri dan sianida dengan senyawa kimia baru dalam ekstraksi emas, dengan tiourea, tiosianat dan tiosulfat sebagai alternatif yang mungkin.

“itu adalah zat yang bisa digunakan untuk pencucian yang tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan sianida, yang sebagian besar digunakan di pertambangan besar pada umumnya,” jelas Luis Vasquez.

Peneliti tersebut mengutip contoh proyek Oro Verde, atau “Green Gold” di Choco, Kolombia. Inisiatif masyarakat menggunakan daun dari pohon balsa dalam metode ekstraksi.

“Mereka menciptakan semacam komunitas di mana emas diekstraksi secara ekologis,” kata Vazquez.

“Mereka tidak menggunakan merkuri, sianida atau sejenisnya, hanya beberapa bentuk planimetrik yang efisien.” lanjutnya.

Proyek tambang Orinoco Mining berlokasi di tenggara Venezuela, di negara bagian Bolivar, seluas sekitar 114.000 kilometer persegi. Proyek pertambangan pertama yang diusulkan oleh pemimpin revolusioner Hugo Chavez.

Presiden Venezuela saat ini, Nicolas Maduro, menerima proyek tersebut pada Februari 2016. Kawasan ini memiliki cadangan emas yang bisa memasok kebutuhan rakyat Venezuela setidaknya hingga 300 tahun kedepan, dan menjadi salah satu cadangan emas terbesar di dunia.

teleSUR

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.