Visi Riau | Visi Riau Madani

Mutiara Cina Masuk Pakai Kode Manik-Manik

100

visiriauLombok – Terungkapnya kasus ini berawal dari keluhan pengusaha mutiara Indonesia yang mengeluh bisnisnya terancam karena beredarnya mutiara impor dari China. Produk yang masuk dari China adalah mutiara fresh water atau air tawar. Pernyataan keras datang dari ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI), Anthony Tanios, seperti dikutip dari detik finance.

“Kehadiran mutiara air tawar tersebut membuat para turis terutama dari mancanegara terkecoh dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan mutiara air laut kita.” ungkap Anthony.

Menurut Anthony, produk mutiara air tawar impor dari China dibanderol Rp 50.000-Rp 100.000 per butir, sementara mutiara air laut lokal dibanderol antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per butir, sungguh merupakan harga yang kontras.

Menurutnya, “Lombok adalah sentra mutiara selama ini, tapi sayang mutiara fresh water dari China yang mereka jual. Dampak ke Kami tidak bisa menjual mutiara hasil budidaya kami” ujar Anthony kepada detikFinance, Senin (13/11/2017).

Menanggapi hal ini, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Prabowo mengatakan masuknya mutiara air tawar dari China telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Namun, ia belum tahu pasti alur masuknya ke Indonesia.

“Pihak kami masih mendalaminya, kita akan investigasi dari mana masuknya mutiara Cina tersebut, karena sejauh ini bisa kita simpulkan ilegal karena tidak ada kode HS (Harmonized System).” ungkapnya.

Lanjutnya, “Selama ini sih belum melihat ada kode HS yang memperlihatkan mutiara air tawar. Seharusnya nggak ada itu tapi kok mereka beredar,” terangnya.

“Nah dugaan kita mereka masuk menggunakan kode HS manik-manik, perhiasan imitasi,” lanjut Nilanto

Sebagai informasi, kode HS merupakan kode yang tertera pada setiap barang yang akan melintasi negara. Kode HS berfungsi sebagai pengenal dalam perdagangan internasional.

sumber : detik

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.