Visi Riau | Visi Riau Madani

Menyoal Korupsi Berjamaah 41 Anggota DPRD Malang

161

visiriau.comHukrim – Kasus korupsi di Indonesia benar-benar sangat memprihatinkan. Dengan dibentuknya Lembaga Negara Komisi Pemberantasan Korupsi nyatanya tak membuat tindakan korupsi menghilang.

Tindakan korupsi berjamaah baru-baru ini terjadi di Malang. Ironisnya, korupsi ini melibatkan 41 dari 45 orang anggota DPRD Malang.

Sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer pernah menyimpulkan bahwa korupsi akan selalu terjadi jika dalam suatu negara tingkat konsumsi masyarakatnya jauh melebihi tingkat produksi. Ya, konsumerisme membuat orang mengambil langkah singkat. Apalagi kalau bukan korupsi.

Tidak hanya soal tingkat konsumerisme, tapi mahalnya cost politik juga berperan penting menciptakan prilaku korup. Bayangkan, untuk menjadi anggota parlemen, seseorang rela mengjabiskan uang milyaran. Itulah harga yang ia keluarkan demi mendapat kekuasaan.

Menyikapi kasus korupsi berjamaah tersebut, sejumlah petinggi negara pun memberikan komentarnya. Komentar pedas juga dikeluarkan oleh Wapres Jusuf Kalla.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyebut kasus korupsi massal anggota DPRD Malang sebagai peringatan agar pejabat tidak korupsi. Dia menilai, seorang politisi yang mudah sekali atas suap, akan sangat mencoreng dan mengikis kepercayaan publik kepadanya.

“Kalau zaman dulu namanya korupsi berjemaah, kesialan itu, kita prihatin juga melihat seperti itu. Ini peringatan kepada Bupati, Walkot, Gubernur dan juga anggota DPR untuk jangan berbuat seperti itu,” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Hingga saat ini, 41 anggota DPRD Malang masih diperiksa oleh KPK. Tentunya kita pantas berbangga hati memiliki lembaga negara sekelas KPK yang profesional dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan bahwa Pemerintahan Malang tak perlu risau atas peristiwa ini. Dia juga menyarankan agar masing-masing partai segera menunjuk anggota DPRD Pengganti Antar Waktu (PAW).

“Ini sebenarnya juga menunjukkan partai, ada yang begitu tersangka langsung memecat, langsung PAW (pergantian antarwaktu),” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di kantornya. (rst)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.