Visi Riau | Visi Riau Madani

Kurangi Anggaran Sektor Publik, Serikat Buruh Argentina Ancam Mogok Nasional

101

visiriauBuenos Aieres – Setelah berkonfrontasi dengan Presiden Argentina Mauricio Macri, Serikat Pekerja Keadilan telah mengumumkan akan melakukan pemogokan nasional terhadap pemerintah dan agenda usulan reformasi perburuhannya, termasuk mengurangi anggaran untuk sektor publik.

Serikat pekerja, yang dikenal sebagai UEJN, meminta semua pekerja untuk absen dari pekerjaan dan bergabung dalam sebuah demonstrasi besar pada 15 November mendatang di Plaza de Mayo dipusat kota Buenos Aires.

Sebelumnya, Macri mengkritik para pekerja peradilan di negara tersebut. Macri berpendapat bahwa usulan perubahan kebijakan sektor perburuhan yang dia sebut reformasi perburuhan sudah tepat dan tidak melanggar undang undang yang berlaku. Macri juga berpendapat bahwa wewenang tersebut ada di pihak Hakim Agung, atau MK nya Argentina.

Pernyataan Macri mendapat kecaman dari pemimpin serikat buruh, Julio Piumato.

“Adalah omong kosong untuk mengatakan bahwa petugas kehakiman bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran undang-undang tersebut,” kata pemimpin serikat pekerja Julio Piumato.

Piumato, yang sebelumnya mendukung Macri pada masa awal jabatannya, mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk memotong anggaran untuk sektor publik, termasuk mengurangi anggaran dan gaji pekerja. “Ini adalah kebohongan bahwa kita kelebihan gaji, keadilan telah ambruk, volume pekerjaan tumbuh,” kata Piumato.

Menurut serikat pekerja, draf reformasi ketenagakerjaan pemerintah berkonsekuensi akan memperpanjang jam kerja.

“Ini semua provokasi, karena kenyataannya mereka (pemerintah) tidak menghemat uang dan juga tidak membawa kecepatan dan efisiensi,” kata Piumato.

“Mereka ingin memundurkan kita dengan kekuatan hukum untuk membungkam para pekerja.” ungkapnya.

Piumato juga mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk memanipulasi keadilan demi keuntungannya dan mengurangi anggaran.

teleSUR

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.