Visi Riau | Visi Riau Madani

Kasus Suap Para Laksamana AL-AS Terancam Hukuman Maksimal

114

visiriauAmerika Serikat – Departemen Kehakiman AS telah menyerahkan kasus 60 Laksamana aktif dan pensiun kepada Angkatan Laut dengan tuduhan menerima suap – termasuk makanan mahal, menginap di hotel dan pelacur – sebagai imbalan untuk berbagi informasi rahasia dan mengarahkan Armada ke-7 ke kontraktor pembela di Pelabuhan Asia-Pasifik.  

“Mereka (para Laksamana) tidak memenuhi ambang batas untuk penuntutan di pengadilan sipil, namun mungkin telah melakukan pelanggaran di bawah sistem peradilan militer,” kata DOJ pada hari Selasa.

Secara keseluruhan, Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan sedang menyelidiki 440 staf aktif dan pensiunan yang dikenai kasus tuduhan penyuapan. Kasus terbaru dalam penyelidikan kriminal lama yang dikenal sebagai kasus Fat Leonard, mengacu pada julukan untuk pengusaha Malaysia Leonard Glenn Francis, yang berposisi sebagai tokoh sentral dalam kasus tersebut.  Sebagai imbalan atas suap, pejabat Angkatan Laut dituduh berbagi informasi tentang pergerakan kapal dan mengirim kapal ke setengah lusin lokasi pelabuhan Glenn Defence Marine Asia.

Juru bicara Angkatan Laut AS, Mike Kafka dalam siaran persnya mengatakan”Pelepasan informasi semacam itu, kemungkinan akan mengungkapkan rincian sensitif tentang luas dan cakupan penyelidikan kriminal dan kasus yang tertunda,” 

Pada tahun 2015, Francis dan perusahaannya mengaku bersalah menyuap pejabat Angkatan Laut selama periode 10 tahun dan merugikan Angkatan Laut sebesar US $ 200 juta seperti yang tertuang dalam dokumen pengadilan. 

Francis setuju untuk membayar ganti rugi sebesar US $ 35 juta dan bekerja sama dengan jaksa federal dalam penyelidikan tersebut. Semua staf yang diselidiki dikenakan konspirasi untuk melakukan penyuapan dan penipuan diancam dengan hukuman maksimal 25 tahun penjara.

teleSUR

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.