Visi Riau | Visi Riau Madani

Foto Rawat Setnov Viral, Dokter Bersangkutan Diperiksa IDI

76

visiriauJakarta – Dokter yang merawat Setya Novanto sedang diperiksa oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumpulkan berkas-berkas penanganan medis Setya Novanto saat dirawat di RS Premier Jatinegara dan RS Medika Permata Hijau. Pemeriksaan ini terkait viralnya foto Novanto yang sedang dalam perawatan. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan ada-tidaknya penyimpangan yang dilakukan dokter yang merawat Novanto.

Seperti dilansir dari situs berita Detik, Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan pemeriksaan dilakukan terkait beredarnya foto-foto perawatan dan prosedur penanganan medis Novanto.

Menurutnya, akibat beredarnya foto-foto Novanto dibeberapa media sosial memberikan kesan dan stigma buruk terhadap profesi dokter.

“Penyimpangan praktik kedokteran tidak bisa disimpulkan hanya melalui foto yang beredar melalui social media. IDI perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal tersebut kepada pasien,” ujar Ilham di gedung Sekretariat PB IDI di Jalan Dr Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Ilham juga sudah berkoordinasi dengan Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) untuk mengambil tindakan pemeriksaan terhadap dokter bersangkutan.

“Kalau ternyata dalam proses perawatan tidak betul dokternya kita panggil, kita klarifikasi semua. Akhirnya kita mau tahu apa yang dilakukan dokter sesuai prosedur atau tidak tentunya tidak bisa menilai lewat foto,” sambungnya.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Prijo Sidipratomo menegaskan hasil pemeriksaan terkait perawatan Novanto akan dilaporkan MKEK wilayah ke MKEK pusat.

Menurutnya, IDI perlu mengambil tindakan tegas jika dokter yang sedang diperiksa terbukti melanggar kode etik profesi.

“Selaku organisasi profesi menjamin kepada publik bahwa pengawasan dan pembinaan praktik kedokteran dokter anggota IDI terus dilakukan oleh IDI di tingkat cabang hingga pusat. Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan etik akan dijatuhi sanksi etik sesuai dengan berat/tidaknya pelanggaran,” ujar Prijo.

sumber: detik

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.