Visi Riau | Visi Riau Madani

Acuy Potong Kelaminnya Sendiri Menggunakan Kapak

104

visiriau – Sukabumi – Percaya atau tidak, ternyata ada orang yang nekat memotong kelaminnya sendiri. Meski kelihatan mustahil, tapi aksi ekstrim ini benar-benar terjadi. Acuy (26) warga Dusun Cibinong, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat adalah orang yang nekat memotong alat kelaminnya sendiri dengan menggunakan kapak. Saat ini dia sedang dirawat insentif di RSUD Sekarwangi.

Aksi nekat itu terjadi Rabu (29/11/2017) kemarin. Menurut keterangan pihak keluarga, Acuy tidak menunjukkan adanya gejala yang mencurigakan. Dia masuk ke dalam kamar mandi rumah orang tuanya dengan membawa kapak kecil yang biasa digunakannya untuk memotong kelapa.

Endang Sutisna yang akrab disapa Uwa merupakan tetangga Acuy menjelaskan bahwa terjadinya aksi nekat Acuy berlangsung di kamar mandi.

“Rupanya dia memang sudah merencanakan mau memotong kelaminnya, saat dia masuk ke dalam kamar mandi membawa kapak dan tali,” kata Endang Sutisna, tetangga yang sering dipanggil Uwa, seperti yang dilansir detikcom, di RSUD Sekarwangi, Jalan Raya Cibadak, Kamis (30/11/2017).

Acuy hanya terdengah mengaduh pelan. Ayah korban yang mendengar aduhan rasa sakit Acuy kemudian berlari dan membuka pintu kamar mandi.

“Bapaknya yang pertamakali melihat kelamin Acuy terpotong, darah mengucur kayak selang ngeluarin air,” lanjut Endang.

Menurut Endang yang mendengar penuturan dari orang tua korban, Acuy hanya bengong melihat potongan kelaminnya sendiri yang nyemplung ke dalam bak mandi, sementara darah mengalir deras keluar dari selangkangannya.

“Dia sempat dibawa keluarganya ke Puskesmas Bojonglopang, karena tidak sanggup Acun kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi sampai hari ini,” lanjutnya.

Acuy memang dikenal warga sebagai pribadi yang aneh dan nekat. Emis Misdan, Kepala Dusun Cibinong juga menceritakan kalau Acuy pernah mengalami depresi dan berniat untuk mengakhiri hidupnya.

“Kata keluarganya dia pernah mau bunuh diri, namun aksi itu digagalkan oleh keluarganya sendiri. Ia pernah tiba-tiba marah meledak-ledak, sering juga diam enggak banyak bicara,” ujar Misdan.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.