Visi Riau | Visi Riau Madani

Waspadai Investasi Bodong dengan Prinsip 2 L

103

visiriauJakarta – Di zaman tekhnologi serba canggih ini, modus penipuan pun semakin canggih pula. Pola investasi pun berubah seiring berkembang majunya zaman. Hal senada juga disampaikan Tongam L Tobing, ketua Satuan tugas (satgas) waspada investasi, akhir bulan ini akan memanggil sejumlah perusahaan terkait investasi bodong. Hal tersebut dilakukan karena entitas itu diduga memiliki bisnis di luar kewajaran.

Seperti dikutip dari detik finance, saat ini satgas masih melakukan analisa dan penelitian yang mendalam terkait model bisnis tersebut.

“Kami masih meneliti, tapi penawaran investasinya banyak yang melalui internet,” kata Tongam kepada detik, Selasa (7/11/2017). Dia juga mengatakan, entitas diduga menjalankan bisnis di luar kewajaran.

“Padahal bisnis harusnya memiliki konsep 2 L yakni legal dan logis.” katanya.

Menurut Tongam, masyarakat yang hendak berinvestasi harus semakin kritis terutama dalam 2 L tersebut, yakni legal dan logis. Legal sudah tentu jadi aspek utama, namun logis juga harus di pertimbangkan.

“Logis artinya memberikan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Jadi harus waspada,” ujar Tongam.

Secara tekhnis, Tongam juga menjelaskan tips memeriksa legalitas perusahaan investasi tersebut, yakni dengan  cara menghubungi call center OJK atau bisa berkoresponden di email OJK yang terdapat di website resmi OJK.

Sebagai informasi, satgas ini sebelumnya juga  menghentikan entitas Talk Fusion karena diduga menjalankan investasi bodong penjualan aplikasi video conference di internet.

rujukan: detik finance

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.