Visi Riau | Visi Riau Madani

KH. Rusli Effendi; Lawan Pemerkosaan Anak dengan Mewujudkan Masyarakat Madani

340

visiriau – Pekanbaru – Kasus dugaan pedofilia kembali menyeruak ke permukaan. Dalam sebuah kabar yang disampaikan oleh portal berita Asatunews, Jumat (23/02/18) bahwa di kecamatan Tambang kabupaten Kampar, seorang bocah perempuan ditaksir berumur 12 Tahun nyaris saja jadi korban seksual. Untung saja bocah ini berhasil berteriak dan melepaskan diri saat disekap oleh pelaku. Hal ini terjadi hanya berselang 2 hari setelah seorang anak perempuan di Kep. Teluk Pulau Hilir Kec. Rimba Melintang Kab. Rohil (21/02/18). Seperti yang dikabarkan media online Oketimes, korban mengalami perlakuan bejat oleh pelaku yang tidak dikenalnya.

Kejadian yang berentet di dua Kabupaten yang berbeda tersebut sangat menyita perhatian Sekretaris (cuti) Masjid Istiqlal Jakarta sekaligus Calon Wakil Gubernur propinsi Riau, KH. Rusli Effendi. Dalam beberapa pertemuan dialogis dengan masyarakat, dirinya selalu menyampaikan bahwa kejadian-kejadian yang melanggar hukum Allah menjadi kerap kita dengar dan lihat diantara karena keangkuhan manusia yang enggan memegang hukum Allah sebagai sesuatu yang universal guna rohmatan lil ‘alamiin.

“Atas dasar kondisi kebanyakan manusia yang sudah jauh dari alquran lah kemudian kami merumuskan masyarakat madani sebagai jalan keluar untuk kondisi sekarang ini. Masyarakat madani berkemajuan dan berkeadilan adalah visi kami sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur propinsi Riau, insyaallah menjadikan Riau sebagai negeri yang diberkati oleh Allah. Dalam alquran Allah berfirman, Walau anna ahlal quro amanu wattaqou lafatahna alaihim barokatim minassamaai wal ardhi. Ini Janji Allah!” Terangnya dalam setiap kesempatan dialog bersama masyarakat.

“Jadi, narkoba, judi, maling, rampok, pemerkosaan, zina, pedofilia, dan perbuatan lain yang  melanggar hukum Allah dapat diatasi insyaallah saat Riau menjadi baldathun toyyibatun wa robbun ghofur. Dan itulah Riau Madani Berkemajuan dan Berkeadilan seperti yang kami berdua cita-citakan. Jadi kita harus melawan perbuatan tercela dengan bersama-sama mewujudkan tatanan masyarakat madani,” terangnya.

Sebagai informasi, Masyarakat Madani dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Kata madani sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya civil atau civilized (beradab). Istilah masyarakat madani adalah terjemahan dari civil atau civilized society, yang berarti masyarakat yang berperadaban. Dari 12 kepala daerah kabupaten/kota di provinsi Riau, Dr. H. Firdaus, ST, MT merupakan kepala daerah pertama yang mengampanyekan masyarakat madani sebagai visi kepala daerah. Menurut Anwar Ibrahim, masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat. Inisiatif dari individu dan masyarakat akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu.

Dawam Rahardjo mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Dawam menjelaskan, dasar utama dari masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup, menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup dalam suatu persaudaraan. Masyarakat Madani pada prinsipnya memiliki multimakna, yaitu masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi, berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki bandingan, mampu berkoordinasi, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi, dan hak asasi, namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis.

Masyarakat madani adalah kelembagaan sosial yang akan melindungi warga negara dari perwujudan kekuasaan negara yang berlebihan. Bahkan Masyarakat madani tiang utama kehidupan politik yang demokratis. Sebab masyarakat madani tidak saja melindungi warga negara dalam berhadapan dengan negara, tetapi juga merumuskan dan menyuarakan aspirasi masyarakat. (rss)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.