Visi Riau | Visi Riau Madani

Ancaman Politik Dibalik Melemahnya Rupiah

oleh: Elbiando Lumbangaol

214

Menurut teman saya bahwa ancaman serius atas elektabilitas Jokowi sampai dengan desember 2018 adalah kurs rupiah yang melemah terhadap US Dollar. Hal ini dampak dari antisipasi para pelaku pasar global terhadap kemungkinan kenaikan Fed Fund Rate hingga empat kali dalam tahun ini.

Pelemahan nilai tukar ini terjadi bukan hanya terhadap mata uang di Indonesia, melainkan hampir di sebagian besar negara maju maupun berkembang. Hal itu salah satunya dikarenakan perbaikan kondisi ekonomi di Amerika Serikat dan penguatan mata uang dollar AS. Bagaimana dampaknya bagi Indonesia dalam bulan bulan kedepan ?

Ini akan meningkatkan beban angsuran hutang dan bunga dalam mata uang asing baik utang pemerintah maupun swasta. Bulan Juni ini atau semester pertama kebutuhan dollar akan meningkatkan karena bayar cicilan hutang dan bunga. Realisasi investasi mulai kwartal kedua akan semakin meningkat dan ini membutuhkan US dollar.

Semuanya berdampak pada tekanan neraca pembayaran. Rupiah akan semakin tertekan. Apalagi harga komoditas utama tidak mengelami peningkatan secara significant akibat perang dagang AS – China. Sementara index bursa terus melorot 156 poin pada Rabu (25/4/2018).

IHSG pada hari ini dibuka pada level 6.219,764. Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.072. Kalau melorot dibawah 6000 maka efek psikologis akan luar biasa. Makanya dalam dua hari ini BI telah melakukan intervensi dipasar dengan menggerus devisa USD 2 miliar.

Rencana akan menaikan suku bunga BI Keliatanya sulit karena akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Namun sesuai SOP stabilitas ekonomi , Bank Indonesia selaku bank sentral Republik Indonesia ada kemungkinan menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate. Hal itu dipicu oleh depresiasi atau pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang berlangsung selama beberapa hari belakangan ini. Yang jelas BI akan selalu dipasar memantau situasi dan berbuat disaat yang tepat dengan prudent.

Menurut saya fundamental ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi tekanan eksternal. Apalagi kurs rupiah pada posisi sekarang mendekati Real Effective Exchange Rate (REER) atau sepadan dengan fundamental ekonomi Indonesia. Jika rupiah sampai dengan 14.000 maka itu sudah 99% sesuai dengan REER. Para spekulan pasti di kick out oleh BI.

Namun karena konstelasi politik menjelang pemilu semakin memanas maka faktor psikologis sangat mempengaruhi kebijakan investor. Sedikit saja ada Goncang maka efek wait and see semakin membuat eskalasi pertumbuhan terhambat dan semakin menekan rupiah. Saran saya agar pemerintah mempercepat realisasi belanja pemerintah agar dampak negatif akibat kurs melemah dapat diminimal.

Saya berdoa agar hari hari kedepan semua akan baik baik saja.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.